RECORDING: Step-by-step

Sepertinya posting dari kemarin isinya perkenalan melulu ya? Yah, memang kita harus tahu banyak hal dulu sebelum memulai recording. Maka untuk mempersingkat waktu kita langsung berbicara soal recording nih. 

Berbicara soal recording orang pasti terbayang studio yang megah dan mewah dengan biaya rekam yang mahal. Tapi tidak dengan yang satu ini. Tutorial di sini kita tujukan untuk Home Recording dengan budget yang murah. Tapi, sebelum memulai kita harus mengetahui terlebih dahulu langkah-langkah recording secara keseluruhan dan konsep sebelum menginjak proses teknisnya.
Recording itu ada beberapa tahap pastinya:
  1. Pre-Recording
  2. Taking atau Tracking
  3. Editing 
  4. Mixing dan Rendering
  5. Mastering
Kita bahas satu per satu supaya lebih jelas;

1- Pre-Recording

Ini salah satu tahap paling penting tapi terlupakan dalam Home Recording. Hal ini penting karena tanpa persiapan yang matang, sebagus apapun studio maupun software yang merekamnya, hasilnya akan tetap jelek dan tidak memuaskan.
Persiapan ini meliputi:
  • Latihan berulang-ulang: seorang Ahmad Dhani pun mengaku berlatih selama 3 bulan untuk satu lagu
  • Konsep yang matang: setiap pemain harus tahu kapan dia main, apa yang dia mainkan, bagaimana memainkannya, efek apa yang akan diberikan, dsb. Hal ini juga mencakup kerapian melodi saat dimainkan maupun konsistensi akord ketika mengiringi lagu.
2- Taking atawa Tracking
Disebut Taking karena ini proses inti rekaman yaitu pengambilan suara alias perekamannya. Disebut juga Tracking karena perekamannya dilakukan per track/alat, bukan rekam semua sekali main (Live Recording). 

Ini adalah salah satu bagian inti dari rekaman. Jika hasil tracking sudah bagus, dijamin hasil akhir dari mixing dan mastering juga akan memuaskan. Dan sebaliknya, jangan harap hasil akhir bagus jika trackingnya sudah berantakan. Hal ini juga memudahkan operator nantinya ketika proses Editing. Kalau pemain sudah profesional maka dijamin editing akan sangat sedikit, bahkan bisa saja tidak ada sama sekali. Berbeda halnya pemain amatiran yang tentunya menyusahkan operator dan akhirnya proses editing bertambah sangat lama.

3- Editing
Editing merupakan proses 'permak' lagu. Artinya operator di sini bertugas mengedit kesalahan-kesalahan pemain lagu hingga benar-benar perfect timing, tone, nada, hingga pitchnya. Maka jangan heran mendengar suara vokalis yang fals dan jelek saat live konser dibandingkan lagu mp3-nya yang sangat perfect. Di sinilah operator berperan besar di balik layar.

4- Mixing dan Rendering
Mixing bisa kita artikan meramu setiap track supaya mampu mengeluarkan karakter suara terbaiknya dan benar-benar 'menyatu' dalam lagu. Tujuan lainnya adalah menyeimbangkan/balancing setiap track sehingga semua instrumen dapat didengar dengan jelas.
Setiap operator memiliki ciri khas mixing sendiri-sendiri. Ini karena tidak ada rumus khusus dalam mixing, yang ada hanya aturan umumnya saja.
Beberapa aturan umumnya adalah:
  • Setiap track harus mampu 'blend' dan membaur dengan track lainnya
  • Tidak ada track yang terlalu menonjol ataupun tenggelam dalam kebisingan
  • Jangan ada satu jangkauan frekuensi yang penuh dengan berbagai alat musik
  • Track harus disebar jangkauan frekuensinya (contoh: bass di frek. low, vokal di mid-high, cymbal dan hi-hat di high, gitar di mid-high, dst)
  • Gunakan panning untuk menata letak track dalam speaker, jangan sampai semuanya berkumpul di satu sisi speaker atau di tengah semua (dead-center)
  • DLL.
Dari hasil mixing ini akan melewati Rendering yang menjadi satu file master berformat .WAV yang akan dimastering nantinya.

5- Mastering

Mastering merupakan proses akhir sebelum lagu dapat didistribusikan lewat file (.MP3/.FLAC/.WAV, dll) ataupun CD audio. Mastering di sini bertujuan sedikit polesan. Mungkin dicerahkan atau ditambah frek. high-nya, atau di beri efek surround, dsb. Sesuai dengan keinginan klien/pemilik lagu dan keinginan sasaran pendengarnya.


Begitulah sekilas tentang langkah step-by-step pekerjaan yang akan kita lewati untuk rekaman. Tetap semangat dan jangan pernah puas dengan karya yang ada.

1 komentar:

Pages