Mengenal Pedal Efek Gitar

Pedal Efek telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pembentuk ciri khas seorang gitaris. Maka untuk mendapatkan tone yang diinginkan seorang musisi atau produser harus memahami apa peran dan fungsi dari setiap jenis pedal yang digunakan. Setiap pedal memiliki fungsi berbeda yang tentunya akan berlainan efeknya jika urutan penempatannya diubah. Maka ga usah terlalu banyak dibayangkan, langsung menuju TKP!

Alur Sinyal Efek

Normalnya, tone gitar didapat dengan garis lurus yang bermula dari gitar dan berakhir di amplifier cabinet alias speaker. Tinggal kita mau naruh apa saja di depannya. Urutannya tidak ada aturan pasti tapi umumnya terlihat seperti ini: gitar → gain → frequency → modulation → time → ampli. Pengkategorian pedal dapat diringkas seperti ini:
  1. Gain effect: Booster, Overdrive, Fuzz, Distortion, Compressor, Volume Control
  2. Frequency/Filter effect: Equalizer, Wah-Wah, Envelope Filter, Talk-Box, Pitch Shifter, Harmonizer
  3. Modulation effect: Tremolo, Vibrato, Chorus, Flanger, Phaser
  4. Time effect: Delay, Reverb, Looper
  5. Lainnya: Tuner, Looper, Amp Emulator, Multi-effects Pedal Board

Gain Effects

Biasa diletakkan di awal rantai efek pedal yang digunakan. Efek ini berguna mengangkat gain (beda dengan volume lo ya!) dari sebuah sinyal dengan karakter yang berbeda. Ada yang angkat gain secara clean (tanpa efek) hingga menjadi berubah total dengan efek Fuzz.

Booster

Fungsinya hanya satu: mengangkat sinyal sehingga menjadi lebih panas. Sehingga bisa didapatkan tone gitar yang lebih garang dan bisa juga dimanfaatkan untuk mengangkat volume saat lead solo. 

Overdrive

Hampir sama dengan Booster tapi sifatnya lebih terdistorsi alias 'hancur', efek soft-clipping, dan terkompresi sehingga jika ditaruh sebelum amplifier akan didapatkan tone yang lebih ketat dan tegas. Jika drive-nya hanya diangkat sedikit maka akan didapat karakter Crunch mirip Ampli tabung klasik.

Distortion

Hampir sama dengan Overdrive tapi bedanya efeknya lebih ke hard-clipping dengan karakter yang lebih brutal mirip synthesizer dan mengusik telinga bagi sebagian orang. Memasangnya mengakibatkan ampli apapun berubah menjadi metal box. Biasa diandalkan oleh kalangan metal yang berkarakter hi-gain dan distorsi maksimal.

Fuzz

Sama dengan distortion yang berkarakter hard-clipping tapi ini lebih galak lagi! Saking galaknya sampai tidak bisa dirasakan bedanya note pelan dan note kencang yang dipetik alias dinamikanya hilang! Akibatnya, seringkali efeknya terasa sangat tipis dan melengking. Biasa diandalkan oleh Jimi Hendrix dan Bang Haji Rhoma Irama.

Compressor

Tidak ada bedanya dengan plugin compressor di DAW dengan satu tugas: menekan note yang kencang menjadi setara dengan note pelan. Hanya saja dengan format yang lebih sederhana yang menyertakan dua atau tiga knob saja. Efek ini diandalkan untuk mendapatkan sustain yang panjang yang sangat seru digunakan saat solo lead.

Volume Control

Pedal ini lebih disebut tool biasa daripada efek. Karena tugasnya hanya mengatur volume. Biasanya diletakkan di akhir rantai efek. Sangat bagus untuk digunakan pada lagu ballad dengan distorsi naik-turun yang halus dan fade-out yang nyaman di telinga.

Frequency Filter Effect

EQ

Semua pedal gitar selalu menggunakan graphic EQ seperti di atas dengan 5-10 pilihan frekuensi. Berguna sekali untuk membentuk tone gitar yang bermasalah atau mengukirnya sesuai selera.

Pedal Wah-wah dan Envelope Filter (Auto-Wah)

Dunlop Cry Baby: Wah Pedal legendaris
Auto-Wah a.k.a Envelope Filter
Efek ini merupakan salah satu favorit gitaris untuk berekspresi dalam bermusik, terutama saat live. Steve Vai dan Kirk Hammett merupakan segelintir contoh orang yang suka menggerakkan mulut mengikuti gerakan wah sehingga membuat panggung lebih hidup. Autowah atau Envelope filter adalah kembangan dari Wah-Wah yang menggunakan algoritma khusus yang mendeteksi sinyal dan menghasilkan efek wah secara otomatis.

Pitch Shifter dan Harmonizer

Pedal Pitch a.k.a Whammy
Harmonizer: pembuat suara dua
Kerjanya sama yaitu mengubah pitch. Bedanya Pitch shifter mengubah pitch seluruh sinyal, sedangkan Harmonizer mengubah sinyal asli dan menggabungnya dengan yang awal sehingga terdapat dua suara. Suara dua ini dibuat dengan skala tertentu dengan efek Harmony atau biasa disebut 'nada dua'. Pitch Shifter tersedia dengan format pedal dengan jangkauan satu oktaf naik dan turun sehingga seperti halnya wah pedal, sangat asyik digunakan untuk berekspresi di tengah solo lead. Dapat kita dengar di lagu Through the Fire and Flames dari DragonForce.

Talk Box

Tidak ada filter yang lebih asyik membuat suara 'WAW' kalau bukan mulut sendiri. Maka dari itu lah talkbox ini diciptakan untuk bermain dengan filter EQ dengan ekspresif. Pasang detektor nya samping mic dan rasaan asyiknya ber-wakwaw dengan mulutmu! Wakakakakkk..

Modulation Effect

Kategori merupakan kumpulan efek-efek unik yang merupakan gabungan dari variasi frekuensi, waktu, dan gain secara bersamaan. Istilah modulasi sendiri menunjukkan adanya perubahan efek secara teratur dalam waktu tertentu berulang-ulang.

Tremolo dan Vibrato

Keduanya memanfaatkan fungsi LFO (gelombang naik turun yang lambat) dalam setting efeknya. Bedanya, Tremolo merubah volume, sedangkan Vibrato merubah pitch menjadi naik-turun secara teratur.

Chorus dan Flanger

Chorus dan Flanger konsepnya sama namun dengan kecepatan berbeda. Intinya adalah memanipulasi frekuensi dan waktu. Chorus menghasilkan tone getaran halus yang megah, sangat cocok untuk Clean seperti di lagu-lagu garapan John Petrucci. Sedangkan Flanger dengan kecepatan rendah membuat efek jalan-jalan di speaker, mirip dengan Phaser. Seringkali dua efek ini tersedia dalam satu pedal.

Phaser


Mirip dengan Flanger tapi dengan efek yang lebih lembut. Kalau ingin tahu seperti apa, dengarkan bagian tengah lagu Melly Goeslaw "Pencinta Wanita", seluruh lagu terkena efek Phaser! Seakan audio berputar-putar di kepala menggoda telinga.

Time Effect

Sesuai namanya, efek ini memanipulasi waktu. Hasilnya audio yang terkena efek ini akan terasa dalam ruangan lain dan terasa lebih megah.

Delay

Delay simpelnya hanyalah efek yang bertugas memantulkan sinyal asli beberapa kali dengan jarak waktu tertentu. Sehingga telinga mengiranya seakan berada di tebing tinggi atau gedung super besar. Efek ini punya istilah lain bernama Echo yang sering kita temukan dan terdengar dari tape karaoke punya pengamen terminal. Bahahahaaa..

Reverb

Sangat mirip dengan delay, tapi pantulannya lebih halus dan tidak terdengar berulang. Jenisnya pun bisa kita atur meniru suara ruangan kecil atau bahkan hall. Umumnya gitaris suka dengan reverb jenis spring yang sering kita dengar di berbagai lagu.

Jenis Lainnya

Tuner

Yup, tugasnya hanya untuk tuning. Tapi sangat diperlukan saat live show ada lagu yang perlu down-tuning ke drop-D, andaikan. Bagaimana bisa tuning dengan telinga di tengah kebisingan penonton? Tuner ini lah jawabannya. Dengan memanfaatkan fitur Mute, tuning pun menjadi lebih tenang dengan bantuan visual display note di atasnya.

Looper

Looper berguna untuk membuat track rhythm yang terus berjalan di belakang meskipun sedang solo-perform di atas panggung. Selain itu, efek ini berguna untuk melatih gitaris membuat melodi atau bahkan hanya untuk sekedar jamming. Sering juga digunakan untuk menangkap ide untuk membuat lagu dari chord progression.

Amp Emulator

Tiruan dari Revv Amplification
Beberapa amplifier ditiru oleh perusahaan efek menjadi satu pedal saja. Hal ini tentunya memudahkan gitaris mendapatkan tone gitar dari amp favoritnya hanya dengan bermodalkan pedal!

Multi-effects Pedal Board

Sekarang ini dengan berkembang teknologi software amp modelling dan simulation, musisi tidak perlu lagi mengangkut sekian banyak ampli dan pedal untuk live show. Hanya dengan sebuah pedalboard seperti Line6 Helix atau ZOOM G5 di atas, puluhan ampli tersedia dibarengi dengan ratusan efek yang tersedia. Apalagi, ada fitur USB connect yang memudahkan kita mengedit tone di komputer. Sangat praktis!

Baterai atau Kabel Power?

Sering menjadi perdebatan manakah yang lebih bagus untuk live show. Kabel power sering bermasalah dengan memunculkan noise yang tidak perlu dari arus listrik PLN. Sedangkan pengguna baterai harus siap resiko jika tiba-tiba mati di tengah tampil. Maka, jalan tengahnya ada dua opsi: gunakan baterai baru di setiap awal show. Atau gunakan kabel power lewat terminal power conditioner yang dilengkapi dengan noise filter dan ground, tidak perlu khawatir baterai habis lagi! Any questions? Leave comments!

Sumber
Sumber 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages